Simulasi dengan Visual Basic Application merupakan aplikasi tambahan yang terdapat di dalam aplikasi MO Excel 2007. Ada perbedaan antara simulasi dengan menggunakan standart MO Excel 2007 dengan menggunakan Aplikasi Visual Basic.
Pada simulasi dengan MO Excel 2007, ketika ingin dijalankan (run) maka dengan menekan F9 berkali-kali sehingga nampak simulasinya, kekurangannya nampak gerakan atau simulasi patah-patah atau putus-putus. Sedangkan pada simulasi dengan menggunakan Aplikasi Visual Basic gerakan simuluasi lebih bagus hanya dengan menekan Run pada Macro Visual Basic.
A. Mengaktifkan VBA di Excel
Untuk mengaktifkan VBA di Excel, ikuti langkah-langkah berikut:
B. Masukkan Data di Excel
Sebagai contoh akan dijelaskan cara kerja untuk membuat simulasi gelombang menjalar dari kiri ke kanan. Data-data yang dibutuhkan ada 3 (tiga) variabel, yaitu:
(1) Koordinat X, di cell A1
(2) Koordinat Y, di cell B1
(3) Fase, di cell C1
lanjutkan langkah berikut ini:
Grafik di atas belum dapat bergerak (bersimulasi) sesuai dengan data yang ada, supaya gelombang ini menjalar dari kiri ke kanan, maka perlu dipadukan dengan aplikasi Visual Basic.
C. Menambahkan Visual Basic Application
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
Pada simulasi dengan MO Excel 2007, ketika ingin dijalankan (run) maka dengan menekan F9 berkali-kali sehingga nampak simulasinya, kekurangannya nampak gerakan atau simulasi patah-patah atau putus-putus. Sedangkan pada simulasi dengan menggunakan Aplikasi Visual Basic gerakan simuluasi lebih bagus hanya dengan menekan Run pada Macro Visual Basic.
A. Mengaktifkan VBA di Excel
Untuk mengaktifkan VBA di Excel, ikuti langkah-langkah berikut:
- Klik Office Button
- Excel Options
- Popular
- Beri tanda contreng Show Developer tab in the Ribbon pada Top Options for Working with Excel
- akhiri dengan klik Ok
B. Masukkan Data di Excel
Sebagai contoh akan dijelaskan cara kerja untuk membuat simulasi gelombang menjalar dari kiri ke kanan. Data-data yang dibutuhkan ada 3 (tiga) variabel, yaitu:
(1) Koordinat X, di cell A1
(2) Koordinat Y, di cell B1
(3) Fase, di cell C1
lanjutkan langkah berikut ini:
- Ketik data awal = 0 di bawah label koordinat X (cell A2), pada cell A3 =0,1+A2 lalu tekan Enter
- Copy vaste (Fill Handle) data pada A3 untuk A4 sampai An sehingga didapat data An=30 atau bisa lebih
- Pada kolom C, di bawah label Fase ketikkan data 0,1 (cell C2)
- Pada kolom B, di bawah label Koordinat Y, masukkan rumus =SIN(A2+C2), tekan F4 untuk mengunci data pada cell C2
- Copy vaste (Fill Handle) data pada B2 untuk B3 sampai Bn sehingga didapat data C30 atau bisa lebih
- lanjutkan langkah di atas dengan memasukkan grafik (Scatter) dari data pada koordinat X dan Y
Grafik di atas belum dapat bergerak (bersimulasi) sesuai dengan data yang ada, supaya gelombang ini menjalar dari kiri ke kanan, maka perlu dipadukan dengan aplikasi Visual Basic.
C. Menambahkan Visual Basic Application
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Klik menu tab Developer
- Pilih sub menu Visual Basic, kemudian akan muncul halaman dari Microsoft Visual Basic
- Klik Sheet1 pada VBAProject (Book1), muncul halaman kerja Visual Basic Sheet 1 dan masukkan teks berikut ini:
- Kembalilah ke halaman kerja Excel dan klik Developer,
- pilih Macros dan akan muncul kotak dialog Macros
- Untuk menjalankan simulasi klik Run pada kota dialog macros, maka data fese dan koordinat Y akan berubah yang diikuti dengan gerakan gelombang dari kiri ke kanan.
- Selesai
Sub simulasi() For n = 1 To 500 Range("C2").FormulaR1C1 = n * 0.1 DoEvents Next n End Sub
- Untuk menyimpan pertama kali, klik Office Button
- Pilih Save atau Save As atau bisa juga langsung menekan Ctrl+S
- Tuliskan nama file Anda dengan nama yang Anda inginkan
- Pada Save as Type, pilih Excel Macro-Enabled Workbook. Type penyimpanan file ini akan menyertakan file tambahan dari VBA, jika disimpan dengan type standar maka file dari VBA tidak di simpan
Update tulisan blog, via Email















0 komentar:
Poskan Komentar
Tulis Komentar: