Pilkada Bulukumba yang melangsungkan pemilihan suara tepat pada tanggal 23 Juni 2010, dari hasil perhitungan menurut versi masing-masing cabub dengan mengandalkan sistem perhitungan cepat menunjukkan kemenangan masing-masing.
Ada dua cabub Bulukumba yang mengklaim kemenangan berdasaran hasil perhitungan masing-masing, yaitu cabub dari pasangan ZAIDIN dan ASPIRASI, masing-masing tim mengklaim kemenangan dengan satu putaran. Hal ini kemudian mendasari terjadinya pressure-pressure yang dilakukan oleh salah satu tim dengan tujuan untuk memenangkan timnya.
Masalahnya ketika pressure yang dilakukan bukan saja kepada beberapa pihak yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan pilkada seperti KPU Daerah Bulukumba atau PPK (panitia tingkat kecamatan). Namun, juga dilakukan kepada pihak luar seperti Radio Swasta RCA 102,5 FM Bulukumba, penyerangan ini diduga terkait dengan hasil polling online yang dilakukan oleh RCA FM di web-nya, hasil polling ini memang menujukkan kemenangan mutlak salah satu cabub dalam pilkada Bulukumba. (Lihat gambar hasil polling)
Penyerangan oleh sekolompok massa salah satu tim cabub ini dilakukan pada malam minggu tepat pada pukul 07.00 malam, penyerangan sekelompok massa ini sebelumnya diawali dengan melakukan penyerangan di rumah jabatan wakil Bupati Bulukumba, rumah yang kebetulan pada malam itu hanya dihuni oleh istri, anak dan cucu wakil bupati Bulukumba. Sedangkan, wakil Bupati Bulukumba (Padasi) sedang berada di Makassar.
Setelah penyerangan massa ini kemudian berlanjut ke radio RCA 102,5 FM, radio swasta yang terletak di tengah kota Bulukumba (Jalan Pepaya No. 1). Akibat penyerangan ini beberapa crew kaget dan ketakutan, menurut beberapa sumber di RCA FM penyerangan ini tidak jelas. Akibat penyerangan ini RCA FM kemudian tidak mengudara sejak penyerangan tersebut.
RCA FM merupakan radio tertua yang ada di Bulukumba, radio yang memiliki puluhan ribu pendengar setia di wilayah bagian selatan di Sulawesi Selatan. Selain itu, RCA FM juga dapat dinikmati oleh masyarakat dunia lewat live streaming yang dapat diakses di web RCA FM
Penyerangan ini juga mengkhawatirkan salah satu blogger Bulukumba yang juga merupakan crew RCA FM. Blogger IK (Identitas lengkap tidak dapat kami sebutkan) RCA FM juga masuk sebagai anggota Blogger Bulukumba dan beberapa komunitas blogger yang ada di Indonesia. Dari informasi yang kami peroleh dari dia, bahwa penyerangan ini membuatnya tidak bisa lagi beraktivitas dalam dunia blogging terutama dalam kaitannya dengan membagi informasi tentang dunia sastra dan seni (blog IK) dan informasi sekitar Bulukumba (web RCA FM). Selain tidak dapat beraktivitas dalam dunia blogging IK dan beberapa crew juga mendapat ancaman-ancaman lewat SMS.
Bagi blogger kami mohong doa dan dukungannya, dan sekiranya dapat membagi postingan ini di blog masing-masing.
Ada dua cabub Bulukumba yang mengklaim kemenangan berdasaran hasil perhitungan masing-masing, yaitu cabub dari pasangan ZAIDIN dan ASPIRASI, masing-masing tim mengklaim kemenangan dengan satu putaran. Hal ini kemudian mendasari terjadinya pressure-pressure yang dilakukan oleh salah satu tim dengan tujuan untuk memenangkan timnya.
Masalahnya ketika pressure yang dilakukan bukan saja kepada beberapa pihak yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan pilkada seperti KPU Daerah Bulukumba atau PPK (panitia tingkat kecamatan). Namun, juga dilakukan kepada pihak luar seperti Radio Swasta RCA 102,5 FM Bulukumba, penyerangan ini diduga terkait dengan hasil polling online yang dilakukan oleh RCA FM di web-nya, hasil polling ini memang menujukkan kemenangan mutlak salah satu cabub dalam pilkada Bulukumba. (Lihat gambar hasil polling)
Penyerangan oleh sekolompok massa salah satu tim cabub ini dilakukan pada malam minggu tepat pada pukul 07.00 malam, penyerangan sekelompok massa ini sebelumnya diawali dengan melakukan penyerangan di rumah jabatan wakil Bupati Bulukumba, rumah yang kebetulan pada malam itu hanya dihuni oleh istri, anak dan cucu wakil bupati Bulukumba. Sedangkan, wakil Bupati Bulukumba (Padasi) sedang berada di Makassar.
Setelah penyerangan massa ini kemudian berlanjut ke radio RCA 102,5 FM, radio swasta yang terletak di tengah kota Bulukumba (Jalan Pepaya No. 1). Akibat penyerangan ini beberapa crew kaget dan ketakutan, menurut beberapa sumber di RCA FM penyerangan ini tidak jelas. Akibat penyerangan ini RCA FM kemudian tidak mengudara sejak penyerangan tersebut.
RCA FM merupakan radio tertua yang ada di Bulukumba, radio yang memiliki puluhan ribu pendengar setia di wilayah bagian selatan di Sulawesi Selatan. Selain itu, RCA FM juga dapat dinikmati oleh masyarakat dunia lewat live streaming yang dapat diakses di web RCA FM
Penyerangan ini juga mengkhawatirkan salah satu blogger Bulukumba yang juga merupakan crew RCA FM. Blogger IK (Identitas lengkap tidak dapat kami sebutkan) RCA FM juga masuk sebagai anggota Blogger Bulukumba dan beberapa komunitas blogger yang ada di Indonesia. Dari informasi yang kami peroleh dari dia, bahwa penyerangan ini membuatnya tidak bisa lagi beraktivitas dalam dunia blogging terutama dalam kaitannya dengan membagi informasi tentang dunia sastra dan seni (blog IK) dan informasi sekitar Bulukumba (web RCA FM). Selain tidak dapat beraktivitas dalam dunia blogging IK dan beberapa crew juga mendapat ancaman-ancaman lewat SMS.
Bagi blogger kami mohong doa dan dukungannya, dan sekiranya dapat membagi postingan ini di blog masing-masing.
Update tulisan blog, via Email











3 komentar:
RCA FM :)...
Alhamdulillah, RCA kini udah mengudara kembali, bang.
@IK: Semoga sukses
Poskan Komentar
Tulis Komentar: