Jadwal pengumuman Ujian Nasional tingkat SMA dan SMP dijadwalkan beberapa hari lagi. Namun, sebagian besar sekolah sudah mengagendakan kegiatan perpisahan dan diantaranya sudah ada sekolah yang melaksanakan kegiatan ini. Ya.... perpisahan sudah menjadi acara yang mendarah-daging bagi tiap sekolah.
Biasanya, beberapa hari sebelum pengumuman hasil UN rapat-rapat sekolah dan jajarannya sudah mengagendakan kegiatan perpisahan, bahkan parahnya lagi beberapa sekolah jauh sebelum pelaksanaan ujian nasional sudah ramai perbincangkan masalah perpisahan, beberapa siswa dikoordinir untuk membicarakan rencana ini. Ada yang diminta mengatur waktu, ada yang mengurus lokasi, dan sebagian lagi menghitung jumlah kocek yang perlu dikeluarkan siswa. Padahal, pelaksanaan ujian belum dilaksanakan, beberapa guru masih disibukkan mempersiapkan siswanya untuk UN, walaupun diantaranya mereka-meraka adalah menjadi sponsor utama kegiatan perpisahan.
Sibuk..... betul-betul sibuk dan menyibukkan diri guru kita, rangkaian UN, pengumuman, dan perpisahan dirangkum menjadi satu dalam waktu yang hampir sama, lebih parahnya 99,99% lagi acara perpisahan mendahului pengumuman UN, karena memang saya belum pernah dengar dan melihat acara perpisahan dilaksanakan sesudah pengumuman.
Alih-alih "para pelaku" mau bersabar menunggu hasil pengumuman baru mau melaksanakan acara perpisahan, semuanya ngotot perpisahan harus dilaksanakan secepatnya jika tidak maka peserta akan berkurang. Alasan yang secara logika benar jika dipandang pada sisi kehadiran peserta karena pasti sudah banyak yang malas kesekolah apalagi kalau biayanya selangit, namun dibalik semunya terbesit agenda yang luar biasa...... yah apalagi kalau bukan jumlah pemasukan yang bisa dikelolah............ ngakaakakakakaka.
Makanya..........Indonesia sejahterakan guru atau guru mensejahterakan diri sendiri
Biasanya, beberapa hari sebelum pengumuman hasil UN rapat-rapat sekolah dan jajarannya sudah mengagendakan kegiatan perpisahan, bahkan parahnya lagi beberapa sekolah jauh sebelum pelaksanaan ujian nasional sudah ramai perbincangkan masalah perpisahan, beberapa siswa dikoordinir untuk membicarakan rencana ini. Ada yang diminta mengatur waktu, ada yang mengurus lokasi, dan sebagian lagi menghitung jumlah kocek yang perlu dikeluarkan siswa. Padahal, pelaksanaan ujian belum dilaksanakan, beberapa guru masih disibukkan mempersiapkan siswanya untuk UN, walaupun diantaranya mereka-meraka adalah menjadi sponsor utama kegiatan perpisahan.
Sibuk..... betul-betul sibuk dan menyibukkan diri guru kita, rangkaian UN, pengumuman, dan perpisahan dirangkum menjadi satu dalam waktu yang hampir sama, lebih parahnya 99,99% lagi acara perpisahan mendahului pengumuman UN, karena memang saya belum pernah dengar dan melihat acara perpisahan dilaksanakan sesudah pengumuman.
Alih-alih "para pelaku" mau bersabar menunggu hasil pengumuman baru mau melaksanakan acara perpisahan, semuanya ngotot perpisahan harus dilaksanakan secepatnya jika tidak maka peserta akan berkurang. Alasan yang secara logika benar jika dipandang pada sisi kehadiran peserta karena pasti sudah banyak yang malas kesekolah apalagi kalau biayanya selangit, namun dibalik semunya terbesit agenda yang luar biasa...... yah apalagi kalau bukan jumlah pemasukan yang bisa dikelolah............ ngakaakakakakaka.
Makanya..........Indonesia sejahterakan guru atau guru mensejahterakan diri sendiri
Update tulisan blog, via Email











4 komentar:
happy week end
sama kaya di wan itumah, hahhaha
maslahnya lulus atau ngga yh,
huh....
lam kenal dech, semoga lulus un and cepet dapet kerja, amieen
wan follow dech,
follow back
sip banget opininya.....
dan teruslah berkarya demi sebuah cita-cita.....
lanjutkan....
dan semangat...................
thank bwt infonya sob
Poskan Komentar
Tulis Komentar: