Jika kita selalu belajar kepada seorang yang hebat, maka hampir semua yang terkait dengan lekuk tubuhnya tetap menjadi inspirasi yang yang mudah untuk kita kenali, termasuk lewat gambar cartoon tetap saja otak cepat merespon tentang siapa pada cartoon itu. Begitulah kira-kira ketika saya membuka halaman tribun-timur.com, walaupun sepintas terlihat sudah ada keyakinan bahwa beliau adalah DR. Subaer, M.Phil, Ph.D. Sosok dosen Fisika UNM yang mudah dikenali dan disenangi oleh mahasiswa, apalagi jika mendengar cerita tentang alam dan keterkaitannya dengan dunia fisika, maka sudah pasti mata tak berkedip, telinga dipasang seakan tidak ingin melewatkan kata demi kata yang keluar dari mulutnya, belum lagi ketika membicarakan aplikasi fisika dalam kehidupan sehari-hari maka menambah suasana kontemplasi dalam ruangan kuliah.
Menjadi bagian dari sosok dosen yang satu ini, sungguh luar biasa. Akan timbul cerita-cerita panjang dibelakang beliau, mulai dari senior zaman "Gajah Mada" sampai ke yang lainnya tidak akan pernah habis untuk dibicarakan tentangnya.
Apa saja yang menjadi pikiran beliau di tahun ini dalam rangka Dies Natalis UNM Makassar ke-48, tanggal 01 Agustus 2009. Kita simak tulisan beliau berikut ini.
Sudah saatnya, dosen tidak lagi berusaha untuk menjejalkan sebanyak-banyaknya pengetahuan di kepala mahasiswa, tetapi melatih mereka agar memiliki kompetensi untuk dapat tumbuh dan berkembang secara kreatif dan mandiri
Segenap civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) sedang bergembira menyambut Dies Natalis ke-48, tanggal 1 Agustus 2009. Dalam usianya yang relatif muda, untuk ukuran usia sebuah universitas, berbagai kemajuan dan terobosan yang membesarkan hati telah dicapai oleh UNM.

Baik yang bersifat akademik, sumber daya manusia, perangkat pendukung, gedung dan tata ruang, termasuk rencana pemancangan menara phinisi yang spektakuler, maupun tata kelola universitas. Di dalamnya termasuk keamanan dan kenyamanan kampus. Harapan untuk menjadikan UNM sebagai universitas terkemuka di wilayah timur Indonesia tampak cerah.
Dies Natalis ke-48 ini sekaligus menandai setahun kepemimpinan Bapak Prof Dr H Arismunandar, MPd sebagai Rektor UNM. Pada saat Dies Natalis ke-47, beliau menyampaikan pidato yang intinya adalah tekad untuk membangun pondasi yang kokoh menuju World Class University.
Saat mendengar pidato tersebut, teman saya, David Ehrmann yang asli bule, alumnus New York University dan sangat mencintai UNM berbisik, pidato itu inspiring. Saya mengangguk setuju.
Setelah setahun, Pak Dave yang hobi berat makan sambal pedas dan siap menghadiri Dies Natalis ke-48 bertanya, sudah seberapa jauh UNM berada dalam sebuah sistem yang dapat memacunya menjadi World Class University sebagaimana inti pidato Bapak Rektor? "Jawabannya tidak sederhana," kata saya. Tetapi, dari banyak kemajuan yang telah dicapai UNM, masih terdapat sejumlah peluang. Di antara peluang lainnya- yang menjadi tantangan baru untuk segera dikelola menuju cita-cita besar tersebut.
Tulisan ini merupakan sebagian dari jawaban atas pertanyaan beliau, sekaligus refleksi pribadi untuk menyambut Dies Natalis ke-48 UNM. Paling tidak untuk menata ulang semangat dan kerja-kerja cerdas di masa yang akan datang.
Pertama, publication index dan dengan sendirinya index of citation para ahli dan peneliti UNM perlu ditingkatkan. Walaupun jumlah penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dimenangkan oleh dosen UNM dari tahun ke tahun terus meningkat dan menyebar. Publikasi berskala nasional dan internasional masih perlu didorong.
Selain itu, sumber biaya penelitian dan pengabdian pada masyarakat umumnya masih menjenis, swasembada atau dari pemerintah pusat. Kerja sama dan dukungan dunia usaha dan industri, lokal dan nasional dalam bentuk R&D juga masih terbatas. Dunia usaha dan industri strategis yang kompleks dan berskala luas belum banyak mengetahui dan memanfaatkan hasil penelitian dosen UNM.
Sejatinya, UNM sebagaimana universitas yang sudah maju, memiliki sebuah unit R&D setingkat fakultas yang secara kontinu bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan dan mengkolaborasikan keahlian dan hasil penelitian. Jika perlu, UNM menggagas hadirnya sebuah Technology Park yang memberdayakan ahli dan peneliti UNM secara langsung bersama dunia usaha dan industri untuk keperluan R&D.
Doktor Baru
Kedua, centre of excellent di level Program Studi (Prodi) atau jurusan belum tumbuh dengan baik untuk tidak mengatakan belum ada. Dengan jumlah guru besar dan doktor yang akhir-akhir ini bertambah dengan cepat, insya Allah UNM bisa sangat produktif secara akademik.
Sebuah centre of excellent yang berdasar pada keahlian dan keunggulan lokal, dan dipimpin oleh seorang guru besar atau doktor akan mendorong atmosfer akademik yang produktif di level prodi. Ia sekaligus menjadi wahana yang menarik bagi visiting and research fellows, bahkan post-doctoral program untuk doktor baru dari berbagai penjuru dunia.
Research fellows dan post-doctoral programs merupakan praktik utama universitas dunia untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penelitian, daya saing dan index of citation.
Ketiga, akses online berbagai jurnal nasional dan internasional yang refereed dan dikelola oleh perpustakaan universitas perlu disegerakan. Disadari benar bahwa bahan ajar, budaya penelitian dan publikasi hanya dapat berkembang, bersifat mutakhir dan aplikatif (di pasar kerja) jika para peneliti (termasuk mahasiswa S-1, S-2 dan S-3) well-informed dan bekerja di dalam main stream ilmu dan teknologi yang mereka tekuni.
Keempat, Perpustakaan adalah jantung akademik sebuah universitas yang terus menerus memompakan darah segar untuk melahirkan isyarat, ide dan khayalan baru para penggunanya. Secara khusus, publikasi di jurnal internasional hanya dapat dilakukan bila artikel (hasil penelitian atau kajian teoretis) yang diajukan memiliki nilai frontier dari disiplin yang bersangkutan.
Sistem Perkuliahan
Keempat, dalam era informasi yang terbuka dan global, serta didorong oleh karakter mahasiswa yang cenderung gelisah dan ingin cepat, active learning dalam sistem perkuliahan menjadi sebuah keniscayaan. Model, strategi dan metode mengajar para dosen sudah saatnya dikelola sedemikian sehingga mahasiswa berada dalam situasi learn how to learn.
Sudah saatnya, dosen tidak lagi berusaha untuk menjejalkan sebanyak-banyaknya pengetahuan di kepala mahasiswa, tetapi melatih mereka agar memiliki kompetensi untuk dapat tumbuh dan berkembang secara kreatif dan mandiri. Untuk itu, integrasi teaching and research dalam sistem perkuliahan perlu mendapat perhatian yang serius.
Berkembangnya fasilitas ICT di kampus UNM merupakan berita baik yang dapat mendukung active learning. Selain itu, melalui sistem perkuliahan yang modern, efektif dan menjanjikan, tawuran antarmahasiswa yang telah reda akhir-akhir ini. Terima kasih atas kerja cerdas para pimpinan UNM dan aparat keamanan- insya Allah dapat dihilangkan sama sekali.
Kelima, mahasiswa pasca sarjana (S-2 dan S-3) merupakan motor akademik utama untuk mengangkat UNM menjadi universitas ternama. Program pasca-sarjana hendaknya menyiapkan habitat yang mendukung dan menyediakan semua jenis nutrisi yang diperlukan mahasiswanya untuk menjadi ilmuwan dan teknokrat yang handal.
Mahasiswa S-2 dan S-3 seyogyanya memiliki ruang kerja khusus agar mereka dapat dengan nyaman mengkaji, mengkhayalkan dan merealisasikan berbagai gagasan dan temuan ilmiah. Pada umumnya, ilmuwan besar -para pemenang Nobel- lahir dan tumbuh dari lingkungan pendidikan lanjut yang memaksa mereka disiplin dalam bekerja, berpikir kritis, inovatif bahkan radikal.
Maka, kuantitas dan kualitas mahasiswa pasca sarjana UNM perlu mendapat perhatian yang tepat sama besar, sekaligus untuk menepis suara sumbang mengenai kualitas alumninya. Insya Allah, pasca-sarjana UNM merupakan centre of excellent dan bukan centre of bad jokes seperti yang sering saya dengar selepas memberi kuliah.
Sebagaimana tekad Bapak Rektor yang tampak pada pidato Dies Natalis ke-47, saya optimis bahwa UNM akan menjadi universitas besar, pusat pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi, mitra utama dunia usaha dan industri, keahlian civitas akademikanya menjadi rujukan nasional bahkan internasional.
Pak Dave tersenyum mendengar jawaban itu, apakah itu pertanda paham atau tidak, saya tidak tahu pasti. Yang jelas, kerja keras dan cerdas yang telah dimulai oleh Bapak Rektor dan para pimpinan lainnya, menunggu sumbangsih kita semua untuk segera dilanjutkan, lebih cepat lebih baik, menuju World Class University. Dirgahayu UNM, Tetap Jaya dalam Tantangan.
Update tulisan blog, via Email











0 komentar:
Poskan Komentar
Tulis Komentar: